Munse Indah, Maret 2026 – Upaya menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini terus dilakukan oleh pihak sekolah melalui program pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah menjadi kebun produktif. Program ini melibatkan seluruh siswa dan guru lintas mata pelajaran dalam kegiatan menanam berbagai jenis buah-buahan dan sayuran.

Kegiatan dimulai dari proses penyemaian bibit, penanaman, pemupukan, hingga pencegahan hama tanaman. Berbagai tanaman yang dibudidayakan diantaranya cabai, tomat, kangkung, sawi, terong, serta beberapa jenis tanaman buah seperti pepaya dan pisang.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik bagaimana cara menanam dan merawat tanaman dengan baik. Program ini juga melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan program melibatkan guru dari berbagai lintas mata pelajaran. Kolaborasi tersebut dilakukan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang terpadu antara teori dan praktik di lapangan.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merawat tanaman secara bergiliran. Selain belajar teknik bercocok tanam, siswa juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesuburan lingkungan sekolah.

Pada akhir program, setiap kelompok siswa diminta menyusun laporan hasil kegiatan mulai dari proses penyemaian hingga perkembangan tanaman. Laporan tersebut kemudian dipresentasikan di depan kelas masing-masing sebagai bentuk evaluasi pembelajaran dan penguatan kemampuan komunikasi siswa.

Melalui program ketahanan pangan ini, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, produktif, dan edukatif, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kemandirian pangan di masa depan.